Apa itu Roya? Bagaimana Cara Mengurusnya?

Apa itu roya? Ketika kredit rumah akan segera habis, tentu hal itulah yang kita tunggu-tunggu. Seolah, beban berat biaya tanggungan hilang dari pundak kita.

Ketika saat yang ditunggu-tunggu itu tiba, ada hal penting yang tentunya tidak boleh diabaikan. Apa itu? Ya, mengurus surat roya.

Surat roya adalah bentuk surat yang menandakan bahwa Anda telah lepas dari beban hutang kredit rumah yang Anda cicil selama ini.

Tentunya, dengan memiliki surat roya, posisi Anda akan lebih kuat di mata hukum. Namun, ternyata tidak begitu banyak orang yang menyadari pentingnya memiliki surat roya.

Bahkan, banyak pula yang masih tidak tahu apa sebenarnya fungsi surat roya, dan hubungannya dengan hak tanah atau bangunan yang akan Anda miliki. Sebelum membahas cara mengurus surat roya, kita akan membahas terlebih dahulu tentang apa itu surat roya.

Pengertian roya

Apa itu Roya? Bagaimana Cara Mengurusnya?

Pengertian dari surat roya dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996, yaitu tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah (UU Hak Tanggungan).

Di mana poin tersebut menjelaskan jika istilah roya adalah pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah dihapus.

Adapun beberapa penjelasan yang bisa menunjukkan hapusnya Hak Tanggungan tersebut. Hal ini dimuat pada Pasal 18 ayat (1) UU yang membahas mengenai Hak Tanggungan yang antara lain, dipicu karena:

  1. Hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan
  2. Dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan
  3. Pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua   Pengadilan Negeri.
  4. Hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan

Namun, ada beberapa langkah-langkah yang harus Anda jalani ketika akan mengurus surat roya. Karena surat tersebut cukup penting, ada baiknya Anda sendirilah yang mengurus surat ini nanti.

Selain lebih transparan dari soal biaya dan keamanan, proses mengurus surat roya kini juga tidak terlalu rumit.

Jika dihitung-hitung ketika Anda menggunakan perantara saat mengurus surat roya, diperkirakan biaya yang Anda keluarkan berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Cukup besar bukan? Tentu alangkah baiknya jika uang tersebut digunakan untuk keperluan lain.

Cara mengurus surat  roya

Sebelum mengurus surat atau dokumen yang berhubungan dengan masalah tanah dan properti, termasuk juga ketika Anda mengurus surat roya, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa point atau langkah-langkah dalam birokrasi pengurusannya.

Beberapa langkah dalam mengurus surat roya adalah:

Datangi kantor Pertanahan setempat sesuai dengan alamat yang tertera di sertifikat tanah atau rumah tersebut.

Setelah tiba di kantor Pertanahan, segera pergi ke bagian Koperasi Pegawai untuk membeli map untuk pengurusan surat roya tersebut.

Map permohonan roya berwarna oranye, sedangkat di dalamnya berisi beberapa dokumen yang diantaranya:

  1.  1 lembar sampul warkah atau Roya berwarna kuning.
  2.  1 (satu) lembar surat permohonan Lampiran 13.

Sampul warkah harus diisi sesuai dengan KTP dan data yang ada di sertifikat dengan benar. Kemudian, Anda wajib mengisi surat permohonan atau Lampiran 13 sesuai data secara lengkap dan benar. Lingkari pula No.10 sebagai pilihan isi Roya atas Hak Tanggungan.

Dokumen yang wajib dalam permohonan roya terdiri dari:

  1. Surat Permohonan atau Lampiran 13.
  2. Surat sertifikat tanah asli.
  3. Sertifikat hak tanggungan asli.
  4. 1 (satu) lembar foto kopi KTP.
  5. Surat permohonan roya dari bank atau kreditur yang diberikan oleh bank saat pelunasan.
  6. Surat perubahan nama bila ada pergantian nama institusi kreditur .

Jika sudah, segera masukan kedalam map. Hal ini merupakan persyaratan wajib seperti yang tercetak di map permohonan roya.

Setelah itu, bawalah dokumen tersebut ke Kantor Pertanahan setempat. Serahkan dokumen roya yang telah Anda persiapkan sebelumnya ke loket pelayanan pendaftaran roya.

Namun perlu diingat, ambil tiket antrean terlebih dahulu. Umumnya, tiket antrian pengurusan dapat di ambil di depan pintu masuk.

Setelah itu, petugas akan memanggil nomor Anda dan meminta Anda untuk :

Mengisi dan melengkapi formulir sampul warkah atau balik nama (yang berwarna hijau. Cara pengisian nya pun kurang lebih sama seperti pengisian sampul warkah atau roya.

Setelah itu, petugas akan memberikan satu dokumen yang menyatakan adanya perubahan nama institusi kreditur (bila ada). Kemudian Anda akan diminta foto kopi oleh pemohon, selanjutnya akan dimasukkan ke dalam map permohonan roya.

Apabila formulir sampul warkah atau balik nama (yang berwarna hijau) sudah diisi secara lengkap, dan dan dokumen perubahan nama kreditur (bila ada) pun sudah difotokopi, selanjutnya tinggal menyerahkan kembali ke loket pengurusan roya.

Jika sudah, petugas akan memanggil kembali nama Anda untuk menerima surat perintah setor dan meminta menyelesaikan biayaa pembayaran di kasir.

Setelah mengurus pembayaran, kasir akan memberikan bukti berupa kuitansi sebanyak dua lembar. Satu lembar warna merah dan putih.

Kemudian Anda dapat segera menyerahkan surat perintah setor dan bukti Setor atau warna putih dan merah kepada petugas di loket roya.

Setelah semuanya selesai, petugas loket roya akan memanggil nama Anda kembali dan memberikan:

  1. Surat perintah setor warna putih.
  2. Bukti setor pembyaran (kuitansi warna putih.
  3. Tanda terima penyerahan dokumen warna putih

Setelah semuanya selesai dilakukan, maka petugas loket roya memberikan informasi kurang lebih dalam waktu satu minggu. Jika sudah ada informasi, Anda dapat segera mengambil sertifikat di loket pengambilan kembali.

Namun, pastikan Anda tidak lupa membawa kuitansi pembayaran dan meminta tanda terima dokumen asli.

Itulah beberapa penjelasan tentang apa itu roya dan bagaimana proses pengurusan surat roya tersebut. Bagaimana? tidak sulit bukan mengurusnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *