Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil? Ini langkah-langkahnya!

Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil – Apakah Anda tahu cara menghitung pajak progresif kendaraan beroda empat itu? Apabila belum, pajak progresif artinya suatu tarif atau biaya pemungutan pajak yang dihitung berdasarkan persentase yang dilandasi oleh jumlah atau kuantitas suatu objek pajak.

Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil

Berdasarkan hal itu pula, harga atau nilai suatu objek akan dikenakan biaya pajak, termasuk kendaraan.

Kendaraan roda empat atau mobil akan semakin bertambah tinggi nilai pajaknya apabila total atau kuantitas pajak semakin bertambah, serta apabila nilai dari objek pajak tersebut juga mengalami kenaikan. Pajak progresif terdiri dari dua jenis, yaitu pajak pengakibatan (pph) dan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Lantas, apa yang dimaksud dengan pajak progresif mobil itu? Yaitu, suatu pajak yang diharuskan bagi pemilik kendaraan roda empat dari perhitungan tarif pajak sesuai dengan hal yang telah disebutkan diatas PKB (pajak kendaraan bermotor).

Ketentuan ini dilandasi apabila Anda pemilik kendaraan beroda empat tidak memiliki kesamaan nama pemilik dan alamat tinggal pemilik kendaraan dengan informasi di surat-surat kendaraan Anda.

Misalnya, kalau Anda hendak menjual kendaraan beroda empat Anda, namun bukan melalui proses balik nama pemilik kendaraan, maka pajak progresif akan ditanggung oleh pemilik kendaraan sebelumnya atau pemilik lama.

Sebab, nama dan alamat pada surat kendaraan tersebut masih sama pada pemilik yang lama.

Untuk itu, apabila mobil Anda telah terjual, alangkah bagusnya segera melakukan proses balik nama kendaraan tersebut.

Karena jika tidak, Andalah yang harus membayar pajak progresif kendaraan tersebut. Untuk mengurus pajak progresif, Anda harus melaporkan ke samsat provinsi dimana kendaraan tersebut telah dialihkan. Laporan untuk perpindahan kepemilikan kendaraan hendaklah dilakukan sekurang-kurangnya 30 hari.

Tarif pajak progresif mobil

Bagi Anda yang berniat membeli atau mempunyai kendaraan baru, tentu harus pula mengenal berapa tarif pajak progresif yang akan Anda bayarkan, berikut tarifnya:

No. Urutan Persentase dari Tarif Pajak
1. Mobil Pertama – 1,5%
2. Mobil Kedua – 2%
3. Mobil Ketiga – 2,5%
4. Mobil Keempat & seterusnya – 4%

Sesudah Anda mengenal presentase pajak mobil, selanjutnya kita coba menghitung biaya pajak yang akan kita bayarkan.

Jadi, bagimana cara menghitung pajak progresif tersebut?Aada 2 hal mendasar yang perlu Anda ketahui, di mana keduanya akan berpengaruh menjadi dasar perhitungan dari tarif pajak progresif yang kita miliki, Sebagai contoh:

Nilai jual kendaraan bermotor (NJKB), hal ini bukanlah harga dari nilai pasaran melainkan harga atau suatu nilai yang telah diterapkan dari dispenda yang sebelumnya telah mendapatkan data dari agen pemegang merek (APM).

Bobot atau efek negatif dari penggunaan kendaraan dan bisa merefleksikan tingkat dari kerusakan jalan yang dinyatakan dalam koefisien yang nilainya satu atau lebih.

Untuk menghitung pajak progresif kendaraan dimulai dari menghitung NJKB. Bagaimana cara menghitungnya? Rumusnya yaitu (PKB/2) x 100. Untuk dapat melihat nilai dari PKB kendaraan Anda, coba dilihat di sisi belakang STNK Anda.

Disana telah terdata nilai PKB dari tiap kendaraan, termasuk mobil Anda. Setalah itu, kali lah dengan persentase tarif pajak progresif mobil tersebut, samakan dengan urutan kepemilikan kendaraan.

Sesudah mendapatkan hasl dari pajak progresif mobil, lanjut tambahkan dengan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ).

Untuk selanjutnya, Anda tinggal menghitung kembali dengan nilai yang sama seperti persentase. misalnya, kita sebut saja ibu Ani. Ibu Ani mempunyai 4 kendaraan mobil.

4 kendaraan tersebut mempunyai model dan juga tahun yang sama (kita coba samakan saja, agar lebih mudah dalam melihat kenaikan tarif pajaknya).

Perhitungan pajak progresif mobil

PKB: 1.600.000
SWDKLLJ: 160.000 

Lalu berapa tarif pajak progresif mobil dari tiap kendaraan beroda empat milik Ibu Ani? tahapan awal yang perlu dicoba yaitu menghitung nilai NJKB-nya, caranya sebagai berikut:

NJKB: (PKB/2) x 100
(1.600.000/2) x 100
80.000.000 

Jika sudah tahu jumlah nilai NJKB-nya, mari menghitung dari tarif pajak progresif pada 4 kendaraan beroda empat milik Ibu Ani tersebut, dimulai dari kendaraan beroda empat pertama: 

Mobil 1:
PKB: 80.000.000 x 1,5% = 1.200.000
SWDKLLJ: 160.000
Total: Rp 1.360.000 

Mobi ke-2:
PKB: 80.000.000 x 2% = 1.600.000 (merasakan kenaikan)
SWDKLLJ: 160.000
Total: Rp 1.760.000 

Mobil ke-ketiga:
PKB: 80.000.000 x 2,5% = 2.000.000 (merasakan kenaikan)
SWDKLLJ: 160.000
Total: Rp 2.160.000 

Mobil ke-empat:
PKB: 80.000.000 x 4% = 3.200.000 (terjadi kenaikan)
SWDKLLJ: 160.000
Total: Rp 4.800.000

Nah, itu beberapa contoh cara menghitung estimasi kena pajak progresif kendaraan beroda empat dari yang pertama hingga ke-4 milik Ibu Ani.

Jadi, tiap kendaraan beroda empat yang Anda miliki akan mengalami kenaikan pajak juga, yang disebut dengan tarif pajak progresif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *