Keuntungan Investasi Tanah dan Rumah

Keuntungan Investasi Tanah dan Rumah

Keuntungan Invetsasi Tanah dan Properti – Tahun ini, tentu melahirkan beberapa spekulasi menarik di berbagai sektor. Tidak hanya melulu soal trend dan fashion saja, sektor investasi pun cukup menarik ditelisik.

Salah satunya investasi di sektor tanah dan properti. Investasi ini dianggap masih tetap menguntungkan di tahun ini.

Apalagi jika berada di area atau pun kawasan yang berstatus sebagai lokasi wisata. Wajar saja, memang kala ini pemerintah sedang mendongkrak habis-habisan beberapa sektor pariwisata daerah di tanah air. Tentunya, hal itu akan berpengaruh pada harga properti di sekitar kawasan tersebut.

Tidak hanya sektor pariwisata, kawasan yang sedang berkembang atau akan dikembangkan dengan proyek-proyek unggulan juga tidak luput dari perhatian. Lihat bagaimana proyek MRT mulai mempengaruhi harga tanah dan properti di kawasan sekitarnya.

Selagi harganya belum menjulang tinggi, tentu investasi tanah dan properti di kawasan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat dalam mendulang keuntungan di masa depan.

Tercatat, beberapa nama kawasan wisata yang tergabung dalam sebutan New Ten Balitengah kian gencar melakukan promosi. Ke-10 destinasi itu meliputi Danau Toba Sumatera Utara, Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu DKI Jaya, Candi Borobudur Jawa Tengah, Gunung Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maluku Utara.

Secara terang-terangan, Presiden Joko Widodo pun menganjurkan untuk melirik investasi properti di daerah-daerah tersebut. Tidak hanya itu saja, fasilitas dan infrastrukturnya pun pasti juga akan semakin baik dan berkembang. Terutama dukungan yang diberikan Pemerintah Daerah untuk perbaikan sarana dan prasarana pada daerahnya masing-masing.

Belum siap dengan properti? Investasi tanah dahulu!

Investasi properti tidak harus langsung dengan membeli rumah. kamu dapat memulai investasi dengan membeli tanah terlebih dahulu.

Hal yang harus diperhatikan saat akan berinvestasi tanah, yaitu cermat memilih bidang tanah. Pastikan tanah tersebut berada di kawasan yang sedang ataupun akan dikembangkan.

Kawasan-kawasan tersebut tentu akan berprospektif jika sarana dan infrastrukturnya sudah dibangun. Untuk saat ini, mungkin belum terlalu banyak peminatnya, namun kelak kamu akan tahu bagaimana keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari investasi tanah di area tersebut.

Berbeda dengan investasi lain, investasi tanah dan properti tidak akan tergerus dengan laju inflasi. Harga jualnya pun bisa dipastikan tetap stabil. kamu pasti belum pernah mendengar harga tanah turun bukan?

Untuk itu, investasi tanah dan properti di tahun ini dan kedepan masih akan sangat menguntungkan dan cemerlang.

Jika kamu belom yakin membangun properti di tanah tersebut, kamu bisa memilih alternatif bangunan lain yang tidak kalah menariknya. Contohnya seperti ruko, cafe, toko ataupun kontrakan. Selain di jual kembali, kamu pun bisa mengontrakan atau menyewakannya ke pihak lain. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pundi-pundi rupiah yang mengalir setiap bulannya secara rutin. Tidak kah itu menguntungkan?

Apa yang harus diperhatikan saat invetsasi tanah ataupun properti?

Pertama, perhatikan nilai jual objek pajaknya (NJOP). pastikan harganya tidak melebihi satu setengah kali lipat dari NJOP-nya.

Pastikan pula legalitas tanah berdasarkan statusnya. Sebaiknya kamu memilih yang berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Guna Usaha (HGU). Ada baiknya libatkan pula notaris.

Begitu tanah kamu dapatkan, segera lakukan balik nama pada sertifikat tersebut. Hal Ini sangat penting, terutama agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Dengan meminimalkan celah yang bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab, tentu kamu dapat terhindar dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi nanti.

Belum memiliki modal investasi tanah atau porperty di tahun ini?

Apabila modal masih dirasa tidak cukup ketika akan berinvetsasi tanah atau pun properti, maka kredit bisa menjadi penolong. Jangan sampai tanah ataupun properti prospektif yang kamu pilih tadi direbut orang lain.

Meminjam kredit multi guna ataupun KPR bisa menjadi solusi dari hal tersebut. Salah satunya dengan mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan atau sertifikat rumah, kamu bisa mendapakan modal awal untuk mencicil tanah ataupun properti yang akan kamu jadikan invetsasi.

Pencairannya pun cukup cepat dan mudah, asalkan kamu tidak memiliki catatan kredit macet di bank mana pun. Dengan tenor hingga 25 tahun, tentu bisa menjadi keuntungan tersendiri dalam proses pencicilan. Namun, ada baiknya kamu memilih tenor yang proporsional dengan kemampuan dan anggran Anda.

Menilisik keuntungan invetsasi tanah dan invetsasi properti di tahun ini, tentu bisa menjadi pertimbangan kamu dalam mengalokasikan dana dan rencana investasi masa depan yang lebih baik.

Segera pantau lokasi prospektif, dan bandingkan KPR yang tersedia dari setiap bank. Jangan sampai rencana investasi gagal karena didahului orang lain!

Lebih Baik Membeli Rumah atau Tanah? Perhatikan Hal Ini

Ingin Membeli Rumah atau Tanah? Saat merasa sudah siap dan yakin ingin tinggal secara mandiri, terkadang kita mengalami dilema dalam menentukan pilihan. Seperti pilihan antara langsung ingin membeli rumah atau tanah kavling terlebih dahulu.

Setiap pilihan pasti memiliki kelebihan masing-masing, baik antara rumah atau pun tanah kavling, keduanya cukup prospekti kedepannya. Bahkan, keduanya bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk investasi.

Sebelum menentukan pilihan antara ingin membeli rumah atau tanah terlebih dahulu, ada baiknya kamu pertimbangkan beberapa hal.

Ingin Membeli Rumah atau Tanah? Perhatikan Hal Ini

Pada umumnya, jika kamu ingin membeli properti atau sebidang tanah, sudah seharusnya kamu mempersiapkan biaya terlebih dahulu. Biaya tersebut tentu tidak lah murah. Berbicara tentang properti, pasti akan berhubungan dengan jumlah uang yang harus kamu keluarkan. Yang perlu digaris bawahi, apakah kamu sudah mempersiapkannya biaya tersebut?

Berapa besar tabungan Anda? Apakah cukup untuk membeli sebuah rumah? Atau tabungan kamu baru sekitar 80-90% dari total harga rumah tersebut, atau hanya sebatas cukup untuk DP-nya saja? Hal inilah yang harus pikirkan lebih jauh.

Hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah pendapatan atau gaji per bulan. Jika pendapatan kamu setiap bulannya cukup besar, maka dalam waktu yang relatif lebih singkat kamu bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah tersebut. Lalu bagaimana jika belum?

Perhitungan gaji atau pendapatan per bulan juga harus dipikirkan masak-masak. Rumus standar perhitungan gaji yang bisa digunakan umumnya, 40% pendapatan per bulan untuk tabungan DP, 10% untuk biaya proteksi (asuransi dan sebagainya), dan 50% untuk gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

Membeli Tanah

Membeli tanah mungkin akan terdengar lebih murah ketimbang langsung membeli sebuah hunian. Namun, semua kembali kepada kebutuhan dan keuangan Anda. Membeli tanah bisa menjadi langkah yang cukup bijak, apalagi jika kamu belum merasa yakin dengan kondisi keuangan kamu kedepan.

Kelebihan membeli tanah yaitu harga yang dapat meningkat di kemudian hari. Dan, kamu pun lebih bebas membangun rumah sesuai selera dan design yang kamu inginkan. Sementara kelemahannya, kamu harus mengumpulkan biaya untuk membangun rumah di atas tanah tersebut.

Membeli Rumah

Penjelesannya hampi sama, harga rumah tentu lebih tinggi dibandingkan harga tanah. Namun, beberapa program subsidi dari pemerintah bisa mempermudah kamu mencicil secara kredit. Walaupun penghasilan kamu terbatas, program KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dapat menjadi solusi mengenai hal ini.

Berbeda dengan membeli tanah. Tanah tidak akan mendapat bantuan seperti halnya subsidi KPR. Sayangnya, rumah subsidi tidak tersedia di kota besar, biasanya hanya berada di kota penyangga saja. Kesimpulannya, semua akan kembali pada jumlah tabungan dan pendapatan kamu per bulan.

Alternatif kredit dari bank melalui program KPR bisa menjadi solusi membeli rumah menjadi lebih mudah. Jika tujuan kamu hanya ingin berinvestasi, bukan mencari tempat tinggal, tentu tanah adalah pilihan yang tepat. Bagaimana? Masih menimbang ingin membeli rumah atau tanah? Atau sudah menentukan pilihan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *